“Juara umum tanpa emas sepak bola seperti hambar?
Tidak juga. Tapi kericuhan suporter menafsirkan ketidaksportifan Indonesia.
Ternyata berlomba akan ke ‘aku’ an. Apa mengibarkan bendera, kulit dicat merah
putih, biar masuk tv? Mana daya ingat akan lagu Indonesia Raya yang selalu
salah diteriakkan? Mana emosi yang disertai logika realita?
Orang-orang harus dibangunkan. Kenyataan harus dikabarkan. Aku di sini menjadi
saksi. Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya.” (SMS dari GIY)
Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Rasa Nasionalisme
Nasionalisme......
Sebuah
kata yang tak asing
Sebuah
asa yang tak pernah pudar
Namun,
nasionalisme........
Tidak
lebih dari sebuah identitas
Tidak
lebih dari sebuah perbincangan sepintas
Langganan:
Postingan (Atom)